Jumat, 18 November 2016

Analisis Orjinalitas Proyek

Related image 



A.    Gagasan orisinil dan terintegrasi
Pada mulanya, istilah strategi digunakan dalam dunia militer yang diartikan sebagai cara penggunaan seluruh kekuatan militer untuk memenangkan suatu peperangan. Namun strategi pembelajaran dalam dunia pendidikan diartikan sebagai perencanaan yang  berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk metode  strategi pembelajaran juga disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Artinya, arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan.
Dalam konteks sistem informasi, sistem terintegrasi (integrated system) merupakan sebuah rangkaian proses untuk menghubungkan beberapa sistem-sistem komputerisasi dan software aplikasi baik secara fisik maupun secara fungsional. Sistem terintegrasi akan menggabungkan komponen sub-sub sistem ke dalam satu sistem dan menjamin fungsi-fungsi dari sub sistem tersebut sebagai satu kesatuan sistem.
Sistem terintegrasi merupakan tantangan menarik dalam software development karena pengembangannya harus terus mengacu pada konsistensi sistem, agar sub-sub sistem yang sudah ada dan tetap dimanfaatkan secara operasional masih tetap berfungsi sebagaimana mestinya baik ketika proses mengintegrasikan sistem maupun setelah terintegrasi. Tantangannya adalah bagaimana merancang sebuah mekanisme mengintegrasikan sistem-sistem tersebut dengan effort paling minimal – bahkan jika diperlukan, tidak harus melakukan refactoring atau re-developing lagi sistem-sistem yang sudah ada.

B.    Otonomi tim kerja
Tim adalah suatu unit yang terdiri atas dua orang atau lebih yang berinteraksi dan mengkoordinasi kerja mereka untuk tujuan tertentu. Definisi ini memiliki tiga komponen. Pertama, dibutuhkan dua orang atau lebih. Kedua, orang – orang dalam sebuah tim memiliki interaksi regular. Ketiga, orang – orang dalam sebuah tim memiliki tujuan kinerja yang sama.
Kelompok tidak sama dengan tim. Kelompok didefinisikan sebagai dua individu atau lebih, yang berinteraksi dan saling bergantung, yang bergabung bersama-sama untuk mencapai sasaran. Suatu kelompok kerja adalah kelompok yang terutama berinteraksi untuk berbagi informasi dan mengambil keputusan untuk membantu tiap anggota berkinerja dalam bidang tanggung jawabnya. Kelompok kerja tidak perlu untuk melakukan kerja kolektif yang menuntut upaya gabungan. Jadi kinerja mereka sekedar jumlah kinerja sumbangan individual dari tiap anggota kelompok. Tidak ada sinergi positif yang akan menciptakan suatu tingkat keseluruhan kinerja yang lebih besar daripada jumlah masukan.
Nilai dan Norma – Kelompok mengembangkan pola hubungan sosialnya sendiri, termasuk kode dan praktek (norma) yang patut ditunjukkan lewat perilaku kelompok tersebut. Norma yang ada dalam kelompok yang bersifat informal misalnya:
Tidak menghasilkan output yang terlalu besar dibandingkan para anggota lain atau melebihi batasan produksi yang ditetapkan kelompok;
Tidak menghasilkan produksi atau output yang lebih rendah ketimbang yang diberlakukan kelompok;
Tidak mengatakan sesuatu pada supervisor atau manajemen yang bisa membahayakan anggota kelompok lainnya; dan
Orang dengan otoritas atas anggota kelompok lain, semisal inspektur, seharusnya tidak mengambil keuntungan dari senioritasnya tersebut atau menjaga jarak sosial dengan kelompok.

C.    Investigasi kelompok secara kolaboratif
Definisi belajar kooperatif menurut Johnson & Johnson (1994) adalah kegiatan belajar mengajar secara kelompok kelompok kecil, siswa belajar dan bekerja sama untuk sampai kepada pengalaman belajar yang optimal, baik pengalaman individu maupun pengalaman kelompok. Suherman (2001) mengemukakan hal hal yang harus dipenuhi dalam kelompok kecil pembelajaran kooperatif adalah mereka harus merasa bahwa :
1)      Mereka adalah bagian dari tim dan tujuan yang hendak dicapai adalah tujuan bersama, 
2)     Masalah yang mereka hadapi adalah masalah kelompok dan berhasil tidaknya kelompok menjadi tanggung jawab bersama,
3)     untuk mencapai hasil maksimal mereka harus berbicara satu sama lain dalam mendiskusikan masalah yang mereka hadapi, dan 
4)     Setiap pekerjaan siswa berakibat langsung pada keberhasilan kelompoknya

Daftar Pustaka
Pratama, H.D. (2016, Agustus 10). Analasis Rancangan Kerja Proyek. Retrieved from:http://nyapoaku321.blogspot.co.id/2016/08/v-behaviorurldefaultvmlo_70.html
 

Categories:

Analisis Rancangan Kerja Proyek



A.Model lengkap dan cocok
   
    Pengertian pembelajaran berbasis proyek atau tugas adalah metode belajar yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam pengumpulan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktivitas secara nyata.
    Pembelajaran berbasis proyek/tugas (project-based/task learning) membutuhkan suatu pendekatan pengajaran komprehensif di mana lingkungan belajar siswa didesain agar siswa dapat melakukan penyelidikan terhadap masalah-masalah autentik termasuk pendalaman materi dari suatu topik mata pelajaran, dan melaksanakan tugas bermakna lainnya. Pendekatan ini memperkenankan siswa untuk bekerja secara mandiri dalam mengkostruksikannya dalam produk nyata. (Diah, 2012)
    Bila dalam operasi sistem yang sudah dikembangkan terdapat masalah yang tidak dapat diatasi dalam tahap pemeliharaan sistem, maka sistem tersebut memerlukan pengembangan. Untuk mengembangankan suatu sistem terdapat 6 langkah yang perlu dilaksanakan, berikut langkah-langkah pengembangkan system.

B.Ketepatan asumsi

   Pengendalian menurut R. J. Mockler sebagaimana dikutip Soeharto (1999: 228) adalah usaha yang sistematis untuk menentukan standar yang sesuai dengan sasaran perencanaan, merancang sistem informasi, membandingkan pelaksanaan dengan standar menganalisa kemungkinan adanya penyimpangan antara pelaksanaan dan standar, kemudian mengambil tindakan pembetulan yang diperlukan agar sumber daya digunakan efektif dan efisien dalam rangka mencapai sasaran.
   Proses pengendalian berjalan sepanjang daur hidup proyek guna mewujudkan performa yang baik di dalam setiap tahap. Perencanaan dibuat sebagai bahan acuan bagi pelaksanaan pekerjaan. Bahan acuan tersebut selanjutnya akan menjadi standar pelaksanaan pada proyek yang bersangkutan, meliputi spesifikasi teknik, jadwal, dan anggaran. Maka untuk dapat melakukan pengendalian perlu adanya perencanaan. Menurut Santoso (1997).
C. Sikap pelaksanaan

    Dalam penyelenggaraan suatu proyek, kegiatan yang akan dihadapi sangat kompleks. Hal ini tentu memerlukan suatu manajemen yang baik sehingga pada akhirnya proyek dapat berjalan sesuai dengan rencana. Jika kita membahas tentang pentingnya menajemen dalam suatu proyek, pertama - tama kita harus tau, apa itu menajemen proyek. Jadi menurut  pendapat saya menajemen itu adalah sebuah proses perencanaan dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti  bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal. Dan proyek adalah sesuatu yang  bersifat sementara dan sering dilaksanakan untuk memenuhi tujuan strategis organisasi.
 
Daftar Pustaka
Pratama, H.D. (2016, Agustus 04). Analisis rancangan kerja proyek. Retrieved from:http://nyapoaku321.blogspot.co.id/2016/08/v-behaviorurldefaultvmlo_4.html

Categories:

Jumat, 21 Oktober 2016

firewall

Pengertian  Firewall
           Firewall adalah perangkat yang berfungsi untuk memeriksa dan menentukan paket data yang dapat keluar atau masuk dari sebuah jaringan. Dengan kemampuan tersebut maka firewall berperan dalam melindungi jaringan dari serangan yang berasal dari jaringan luar (outside network). Fungsi Utama dari sebuah Firewall adalah untuk membatasi atau mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar, jadi jika firewall dikonfigurasi dengan benar akan memainkan peran penting dalam penyebaran jaringan yang efisien dan infrastrure yang aman.



SUMBER
Niko (2016,October). Setting Firewall pada Mikrotik Router. Retrieved October,2016.From:http://taufiqth13.blogspot.co.id/2015/01/konfigurasi-firewall-pada-mikrotik.html.

Categories:

Setting Firewall Pada Mikrotik Router


           Pada praktikum kali ini, saya akan menjelaskan cara menggunakan firewall yang digunakan untuk memblock user yang terhubung pada router ataupun memblock situs-situs yang akan dibuka oleh user melewati Router yang terhubung pada user tersebut.

          Topology dari jaringannya seperti berikut ini:


          Langkah langkahnya sebagai berikut
Pastikan bahwa PC anda memiliki aplikasi winbox untuk melakukan konfigurasi
 Lakukan setting DHCP dan NAT pada seperti pada Posting sebelum saya sebelumnya disini
http://taufiqth13.blogspot.com/2014/12/mikrotik.html
http://taufiqth13.blogspot.com/2014/12/konfigurasi-dasar-mikrotik-router.html
Sehingga PC Client dapat menerima IP secara otomatis dari Router dan terkoneksi secara langsung ke jaringan internet WAN PCR.

1. Memblock Spesifik User agar tidak mendapatkan koneksi internet
masuk kebagian IP > Firewall lalu pilih tab Filter Rule dan klik ( + ) untuk menambahkan pengaturan Firewall, kemudian akan muncul tampilan berikut


- pada tampilan berikut, Isi bagian Chain dengan perintah forward kemudian isi bagian Src. Address dengan IP user yang akan di block contoh 192.168.100.254 dan isi Out. Interface dengan Port yang terhubung dengan jaringan internet, contoh WAN-PCR

- Pindah ke Tab Action, kemudian pilih action Drop sehingga request yang dilakukan oleh User tersebut akan di drop.


- coba lakukan PING ke situs yang anda inginkan, contoh ping www.google.com, atau dengan langsung browsing dengan menggunakan PC tersebut.


- bisa dilihat bahwa User tersebut tidak mendapatkan koneksi Internet

- Memblock sebuah Users tidak selalu harus menggunakan IP dari PC User tersebut, namun bisa dengan mengisikan Src. MAC Address pada Tab Advance dengan MAC Address PC yang ingin di block dengan konfigurasi yang sama seperti berikut



- Dan hasilnya PC User tersebut tidak dapat melakukan PING ke manapun


2. Selanjutnya adalah dengan memblock IP User yang lebih dari 1 yaiu seperti berikut
- Pilih tab Address List kemudian klik ( + ) untuk menambahkan Grup dan IP Usernya, seperti berikut.


-  Kembali pada Tab Filter Rule, masuk bagian Tab Advance lalu isi bagian Src. Address List dengan Grup yang diinginkan untuk di block, seperti berikut


- Lakukan PING atau Browsing menggunakan PC User yang termasuk pada Grup tersebut, PC User tersebut tidak akan mendapatkan koneksi internet.



3. Memblock Situs yang tidak diinginkan 
- masuk ke pengaturan Filter Rule dan klik ( + ), pada tab General, isi bagian Dst. Address dengan IP Situs yang ingin di block atau isikan dengan link situs yang ingin di block tersebut, contoh saya akan memblock situs www.pcr.ac.id seperti gambar berikut



- lakukan PING ke situs tersebut atau langung browsing ke situs tersebut.


- terlihat bahwa PC User tersebut sudah tidak dapat membuka situs yang telah di block oleh Mikrotik Router.

          Pada Konfigurasi Firewall ini, jika anda ingin melakukan pemblockan yang banyak atau lebih dari 1, cukup dengan menambahkan konfigurasinya pada Filter Rule sebanyak mungkin, dan jika ingin mendisable konfigurasi tersebut cukup dengan mengklik ( X ) pada menu bar Firewall tersebut, namun masih dapat di Aktifkan kembali.


SUMBER
Niko (2016,October). Setting Firewall pada Mikrotik Router. Retrieved October,2016.From:http://taufiqth13.blogspot.co.id/2015/01/konfigurasi-firewall-pada-mikrotik.html.

Categories:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html

Copyright © AUFA O-REN SPOT | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑